Riyadh Air Gandeng IBM, Lahirkan Maskapai AI Pertama di Dunia


Ilustrasi Riyadh Airlines

Ilustrasi Riyadh Airlines

Riyadh Air kembali mencetak sejarah baru di industri penerbangan global. Dalam ajang IBM Think Riyadh 2025, IBM (NYSE: IBM) bersama Riyadh Air secara resmi mengumumkan peluncuran Riyadh Air sebagai maskapai AI-native pertama di dunia. Maskapai ini dirancang sepenuhnya berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sejak awal pembangunannya, tanpa bergantung pada sistem lama atau teknologi warisan (legacy system) yang selama ini menjadi tantangan besar bagi industri penerbangan.

Langkah inovatif ini menandai era baru transformasi digital di sektor aviasi. Dengan fondasi AI yang terintegrasi di seluruh operasional, Riyadh Air tidak hanya berambisi meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih personal, cepat, dan nyaman bagi penumpang, serta lingkungan kerja yang modern dan produktif bagi karyawan.

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Riyadh Air menggandeng IBM Consulting sebagai mitra strategis utama. IBM membawa keahlian industri, kapabilitas teknologi mutakhir, serta ekosistem mitra global yang luas. Selain itu, Riyadh Air juga memanfaatkan IBM watsonx Orchestrate, platform orkestrasi AI yang memungkinkan otomatisasi dan kolaborasi cerdas antar sistem dan manusia.

Dalam proyek ambisius ini, IBM Consulting berperan sebagai penggerak utama transformasi AI Riyadh Air. Sebanyak 59 alur kerja (workstreams) dan lebih dari 60 mitra teknologi dilibatkan, termasuk nama-nama besar seperti Adobe, Apple, FLYR, dan Microsoft. Melalui platform IBM Consulting Advantage, para konsultan IBM mampu menjalankan strategi teknologi end-to-end secara terintegrasi, mulai dari perencanaan, pengembangan, hingga implementasi sistem digital maskapai.

Kolaborasi antara Riyadh Air dan IBM telah berlangsung selama tiga tahun dan kini memasuki fase krusial. Saat ini, penerbangan awal telah dimulai, sementara layanan komersial perdana dijadwalkan melayani penumpang pada awal 2026. Momen ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan kesiapan Riyadh Air untuk bersaing di industri penerbangan global dengan pendekatan teknologi yang benar-benar baru.

Chief Financial Officer Riyadh Air, Adam Boukadida, menegaskan bahwa keputusan membangun maskapai berbasis AI merupakan pilihan strategis jangka panjang. Menurutnya, industri penerbangan dihadapkan pada dua opsi: bertahan dengan teknologi lama atau berani melompat ke masa depan. “Kami memilih untuk menjadi maskapai pertama yang dibangun di atas platform teknologi yang akan menentukan satu dekade ke depan. Bersama IBM, kami berhasil menghapus beban teknologi lama selama puluhan tahun sekaligus. Riyadh Air dibangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Mohamad Ali, Senior Vice President IBM Consulting. Ia menilai Riyadh Air sebagai contoh nyata perusahaan modern yang lahir langsung di era AI. Dengan menanamkan AI ke dalam fondasi operasional sejak awal, Riyadh Air dinilai mampu bergerak lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar serta pelanggan.

 

Mengubah Cara Kerja Karyawan dan Pengalaman Penumpang

Salah satu fokus utama transformasi digital Riyadh Air adalah menyatukan pengalaman karyawan dan penumpang dalam satu ekosistem cerdas. Maskapai ini mengintegrasikan AI generatif dan AI berbasis agen (agentic AI) ke dalam berbagai alur kerja untuk menciptakan interaksi yang lebih mulus antara manusia dan teknologi.

Bagi karyawan, Riyadh Air akan menghadirkan tempat kerja digital yang dipersonalisasi dengan dukungan agen AI. Platform ini menyediakan satu pintu masuk berbasis percakapan untuk berbagai layanan SDM, sehingga proses administrasi menjadi lebih sederhana dan cepat. Inisiatif ini dinilai penting mengingat Riyadh Air berencana menggandakan jumlah karyawannya dalam 12 bulan ke depan.

Selain itu, awak kabin dan petugas darat akan dibekali aplikasi seluler berbasis AI yang terintegrasi. Melalui IBM watsonx Orchestrate, Riyadh Air membangun sistem “concierge” AI yang mampu memberikan rekomendasi tindakan terbaik secara kontekstual. Contohnya, sistem dapat mengingatkan awak untuk menawarkan layanan jalur cepat kepada penumpang yang hampir terlambat, sehingga pelayanan menjadi lebih personal dan proaktif.

Di sisi layanan pelanggan, Riyadh Air tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai prioritas. Bot suara berbasis AI dan asisten digital akan membantu petugas layanan pelanggan memahami kebutuhan penumpang secara lebih mendalam melalui data kontekstual, tanpa menghilangkan sentuhan manusia dalam setiap interaksi.

 

Efisiensi Operasional untuk Mendorong Inovasi

Dari sisi bisnis, Riyadh Air dibangun dengan konsep efisiensi sejak awal. Tanpa terikat sistem lama, maskapai ini memanfaatkan AI untuk membuka peluang pendapatan baru dan mempercepat inovasi operasional. IBM Consulting menerapkan sistem manajemen kinerja perusahaan yang mengintegrasikan data keuangan, operasional, dan komersial secara real-time.

Sistem ini memungkinkan otomatisasi perencanaan, penganggaran, proyeksi, hingga analisis data, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan secara cepat dan berbasis data. Hasilnya, Riyadh Air dapat mengoptimalkan profitabilitas rute, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing bisnis.

Ke depan, kerja sama IBM dan Riyadh Air diharapkan mampu mendorong transformasi industri penerbangan secara global. Dengan target menghubungkan Arab Saudi ke lebih dari 100 destinasi dan melayani jutaan penumpang hingga 2030, Riyadh Air siap menjadi simbol maskapai masa depan yang berbasis AI, inovatif, dan berorientasi pada pengalaman manusia.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait