WhatsApp Punya Parental Control, Ini Cara Orangtua Atur WA Anak


Ilustrasi Literasi Digital Orang Tua

Ilustrasi Literasi Digital Orang Tua

WhatsApp kini menghadirkan fitur Kendali Orang Tua (Parental Control) untuk akun remaja berusia 13–17 tahun. Fitur ini dirancang sebagai pagar pengaman tambahan agar orang tua dapat membantu mengatur penggunaan WhatsApp anak, tanpa harus membaca pesan pribadi atau mendengarkan panggilan mereka.

Kendali tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari privasi akun, aktivitas grup, Saluran, Status, hingga penggunaan Meta AI. Menariknya, pengaturan ini bersifat opsional dan membutuhkan persetujuan dari orang tua maupun remaja.

Berikut panduan dan tips yang perlu diketahui orang tua sebelum mengaktifkan fitur tersebut.

 

Apa Itu Parental Control WhatsApp?

Secara umum, WhatsApp memang dapat digunakan secara mandiri oleh pengguna mulai usia 13 tahun. Namun, seiring meningkatnya penggunaan platform digital oleh remaja, WhatsApp menambahkan lapisan perlindungan khusus untuk pengguna berusia 13–17 tahun.

Melalui fitur parental control, orang tua atau wali yang berusia minimal 18 tahun dapat mengatur sejumlah aspek pengalaman WhatsApp anak.

Namun, fitur ini bukan alat untuk memata-matai percakapan anak. WhatsApp tetap mempertahankan privasi pesan dan panggilan pribadi melalui enkripsi end-to-end. Dengan demikian, pendekatannya lebih diarahkan pada pendampingan orang tua dan remaja ketika menggunakan aplikasi.

 

Apa Saja yang Bisa Dikontrol Orang Tua?

Ada beberapa bagian WhatsApp yang dapat diatur melalui fitur parental control. Berikut penjelasannya.

  1. Mengatur Privasi Foto Profil
    Orang tua dapat membantu menentukan siapa yang boleh melihat foto profil anak. Pengaturan ini penting karena foto profil merupakan salah satu informasi yang dapat dilihat pengguna lain. Dengan membatasi siapa saja yang dapat mengaksesnya, orang tua dapat membantu mengurangi risiko informasi pribadi anak tersebar kepada orang yang tidak dikenal.

  2. Membatasi Siapa yang Bisa Menambahkan Anak ke Grup
    Orang tua juga dapat mengatur siapa yang diperbolehkan menambahkan anak ke grup WhatsApp. Fitur ini dapat membantu mengurangi kemungkinan anak tiba-tiba dimasukkan ke dalam grup yang tidak dikenal atau memiliki konten yang tidak sesuai. Pengaturan tersebut menjadi penting karena grup WhatsApp dapat berisi banyak orang yang tidak semuanya dikenal secara langsung oleh anak.

  3. Mendapatkan Notifikasi Aktivitas Grup
    WhatsApp memberikan notifikasi tertentu kepada orang tua mengenai aktivitas grup anak. Misalnya, orang tua dapat diberi tahu ketika anak bergabung atau keluar dari sebuah grup. Notifikasi juga dapat diberikan ketika jumlah anggota dalam grup yang diikuti anak mengalami peningkatan secara signifikan.

    Perlu dicatat, notifikasi ini bukan berarti orang tua mendapatkan akses ke isi percakapan grup. Tujuannya lebih kepada memberikan gambaran mengenai aktivitas tertentu sehingga orang tua dapat berdiskusi dengan anak jika diperlukan.

  4. Mengatur Penggunaan Saluran WhatsApp
    Fitur Saluran (Channels) juga termasuk dalam cakupan parental control. Orang tua dapat menentukan bagaimana anak menggunakan fitur Saluran di WhatsApp. Pengaturan ini dapat membantu orang tua mendampingi anak dalam memilih konten yang dikonsumsi melalui platform.Saluran berbeda dengan chat pribadi karena sifatnya lebih seperti sumber informasi atau konten yang dapat diikuti pengguna.

  5. Mengatur Privasi Status WhatsApp
    Status WhatsApp juga dapat dikendalikan. Orang tua dapat menentukan siapa saja yang dapat dilihat oleh anak melalui Status dan siapa yang dapat melihat pembaruan Status milik anak.

    Pengaturan ini penting karena Status sering digunakan untuk membagikan foto, video, aktivitas sehari-hari, maupun informasi personal kepada kontak WhatsApp.Dengan pengaturan privasi yang tepat, anak dapat tetap menggunakan Status tanpa harus membagikan konten kepada terlalu banyak orang.

  6. Membatasi Penggunaan Meta AI
    Salah satu bagian menarik dari parental control WhatsApp adalah pengaturan penggunaan Meta AI. Orang tua dapat memilih pengalaman Meta AI yang sesuai untuk remaja. Tersedia pengaturan standar untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas serta pilihan yang lebih ketat bernama Limited Content atau Konten Terbatas.

    Pada mode Konten Terbatas, jenis percakapan yang dapat dilakukan remaja dengan Meta AI akan dibatasi lebih lanjut. Pengaturan ini menjadi semakin relevan karena AI kini semakin banyak digunakan untuk mencari informasi, belajar, membuat ide, hingga berinteraksi secara percakapan.

 

Cara Mengaktifkan Parental Control WhatsApp

Sebelum memulai, pastikan orang tua atau wali berusia minimal 18 tahun, sedangkan anak berada dalam rentang usia 13–17 tahun. Selain itu, orang tua dan anak harus menyetujui penautan akun. Pastikan pula WhatsApp telah diperbarui ke versi terbaru di perangkat Android atau iPhone. Berikut langkah-langkahnya:

  • Langkah 1: Buka WhatsApp di Ponsel Anak
    Orang tua perlu memulai proses pengaturan melalui akun WhatsApp anak. Buka WhatsApp di ponsel anak, kemudian masuk ke:

    • Pengaturan > Kendali orang tua > Lanjutkan.
  • Langkah 2: Konfirmasi Usia Anak
    Masukkan tanggal lahir anak remaja. Setelah itu, konfirmasikan usia untuk memastikan akun masuk dalam kelompok pengguna yang dapat menggunakan parental control. Kemudian ketuk Lanjut untuk memulai proses penautan dengan akun orang tua.

  • Langkah 3: Tautkan Akun Orang Tua
    Gunakan ponsel orang tua untuk memindai kode QR yang ditampilkan pada perangkat anak. Setelah kode berhasil dipindai, ikuti tautan yang muncul untuk melanjutkan proses di WhatsApp.

    • Ketuk Lanjut dan lakukan proses verifikasi bahwa pengguna merupakan orang dewasa.
  • Langkah 4: Buat PIN Orang Tua
    Selanjutnya, buat PIN orang tua enam digit. PIN ini berfungsi untuk mengakses dan mengubah pengaturan privasi anak. Karena PIN memiliki fungsi penting dalam pengelolaan parental control, orang tua sebaiknya tidak membagikannya kepada anak.

    • Setelah membuat PIN, lakukan konfirmasi dan ketuk Lanjutkan.
  • Langkah 5: Selesaikan Pengaturan di Ponsel Anak
    Ketuk Selesai untuk menyelesaikan proses awal. Selanjutnya, masukkan PIN orang tua pada perangkat anak dan tinjau pengaturan yang tersedia. Orang tua dapat memilih pengaturan privasi serta menentukan bagaimana anak dapat menggunakan fitur-fitur tertentu di WhatsApp.

    • Setelah selesai, ketuk Lanjut > Selesai.

    Parental control kemudian akan aktif pada akun WhatsApp anak.

WhatsApp juga menyarankan agar anak membaca informasi mengenai pengalaman WhatsApp yang baru diterapkan sebelum mengetuk OKE untuk mengonfirmasi.

 

Orang Tua Tidak Bisa Membaca Chat Anak

Salah satu hal yang perlu dipahami sebelum mengaktifkan fitur ini adalah parental control bukan akses untuk membaca seluruh percakapan anak. WhatsApp tetap mempertahankan privasi pesan pribadi dan panggilan.

Orang tua tidak dapat membuka isi chat anak hanya karena parental control telah diaktifkan. Mereka juga tidak dapat mendengarkan panggilan pribadi anak melalui fitur tersebut.

WhatsApp mengatakan pesan dan panggilan pribadi tetap dilindungi enkripsi end-to-end. Artinya, pihak di luar percakapan tidak dapat mengakses isi komunikasi tersebut, termasuk WhatsApp maupun orang tua.

Dengan kata lain, parental control lebih berfungsi sebagai alat pengaturan dan pendampingan, bukan alat pengawasan isi percakapan.

 

Tips Menggunakan Parental Control Secara Bijak

Mengaktifkan fitur keamanan saja tidak cukup. Orang tua juga perlu mengimbanginya dengan komunikasi yang baik. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.

Pertama, jelaskan alasan pengaturan dibuat. Hindari membuat anak merasa bahwa ponselnya sedang diawasi secara diam-diam. Jelaskan bahwa pengaturan tersebut bertujuan membantu menjaga keamanan mereka di ruang digital.

Kedua, sepakati aturan bersama. Orang tua dan anak dapat membicarakan siapa yang boleh melihat Status, bagaimana menghadapi grup asing, dan kapan harus melaporkan aktivitas mencurigakan.

Ketiga, ajarkan anak mengenali risiko digital. Misalnya, jangan sembarangan membagikan alamat rumah, nomor telepon, foto pribadi, kata sandi, maupun informasi keluarga kepada orang yang tidak dikenal.

Keempat, manfaatkan PIN dengan aman. PIN orang tua sebaiknya tidak dibagikan kepada anak atau orang lain yang tidak berkepentingan.

Kelima, gunakan notifikasi sebagai bahan diskusi, bukan hukuman. Ketika menerima informasi mengenai aktivitas grup anak, orang tua sebaiknya menggunakannya untuk membuka percakapan dan memahami situasi, bukan langsung mengambil kesimpulan.

 

Parental Control WhatsApp Bukan Pengganti Pendampingan

Kehadiran parental control memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi remaja ketika menggunakan WhatsApp. Namun, teknologi tetap bukan pengganti komunikasi antara orang tua dan anak. Fitur ini memungkinkan orang tua mengatur privasi, aktivitas grup, Saluran, Status, dan penggunaan Meta AI, sekaligus mempertahankan privasi pesan pribadi.

WhatsApp juga menyebut fitur tersebut baru merupakan tahap awal dan akan terus dikembangkan berdasarkan masukan dari keluarga.

Karena itu, pendekatan terbaik bukan sekadar mengaktifkan semua pembatasan, melainkan menggabungkan pengaturan keamanan dengan edukasi, kepercayaan, dan komunikasi terbuka. Dengan cara tersebut, remaja dapat belajar menggunakan WhatsApp secara lebih aman sekaligus bertanggung jawab di ruang digital.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait