Waspada! Modus Baru Bobol M-Banking Marak Jelang Lebaran
- Rita Puspita Sari
- •
- 10 Mar 2026 21.57 WIB
Ilustrasi Penipuan Jelang Lebaran
Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas masyarakat biasanya meningkat, termasuk transaksi digital seperti belanja online, pemesanan tiket perjalanan, hingga pembayaran hotel. Sayangnya, momen ini juga sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya. Salah satu ancaman yang patut diwaspadai adalah modus baru pembobolan mobile banking (M-Banking) yang dapat menguras isi rekening korban tanpa disadari.
Para pelaku memanfaatkan berbagai teknik penipuan digital yang semakin canggih. Salah satu metode yang mulai terdeteksi adalah teknik ClickFix, yang digunakan dalam serangan phishing untuk mencuri data kredensial pengguna. Modus ini terbilang berbahaya karena sering kali terlihat seperti layanan resmi sehingga korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi target penipuan.
Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu memahami cara kerja modus tersebut sekaligus menerapkan beberapa langkah pencegahan yang efektif.
Mengenal Modus ClickFix yang Mengincar Pengguna M-Banking
Teknik ClickFix merupakan metode penipuan yang memanfaatkan laman login palsu serta captcha palsu untuk mengelabui korban. Pelaku biasanya mengirimkan tautan melalui email, pesan singkat, atau aplikasi percakapan yang tampak berasal dari layanan resmi, seperti agen perjalanan, hotel, atau layanan pembayaran.
Ketika korban membuka tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke halaman login yang menyerupai situs resmi. Korban kemudian diminta memasukkan informasi penting seperti username, password, kode OTP, atau data pribadi lainnya.
Dalam beberapa kasus, korban juga diminta melakukan tindakan tertentu pada perangkat mereka, seperti mengklik tombol verifikasi atau mengunduh file tertentu. Tanpa disadari, tindakan tersebut dapat mengunduh malware pencuri data yang memberi akses kepada pelaku untuk mengambil informasi sensitif dari ponsel korban.
Jika data perbankan berhasil dicuri, pelaku bisa dengan mudah mengakses aplikasi mobile banking korban dan memindahkan dana dari rekening dalam waktu singkat.
Mengapa Modus Ini Marak Saat Libur Lebaran?
Periode libur panjang seperti Lebaran sering kali menjadi waktu yang “ideal” bagi pelaku kejahatan siber. Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain:
- Transaksi digital meningkat
Banyak orang melakukan pembayaran tiket, hotel, belanja online, atau transfer uang. - Kewaspadaan pengguna menurun
Saat liburan, orang cenderung lebih santai dan tidak terlalu memperhatikan keamanan digital. - Banyak komunikasi terkait perjalanan
Email atau pesan dari hotel dan agen perjalanan menjadi hal yang umum sehingga pesan palsu lebih mudah dipercaya.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap berhati-hati saat menerima pesan atau email yang berkaitan dengan transaksi digital.
Tips Ampuh Menghindari Penipuan M-Banking
Agar rekening tetap aman selama libur Lebaran, berikut beberapa tips penting yang dapat Anda terapkan.
-
Gunakan Layanan Resmi Saat Memesan Perjalanan
Jika Anda memesan hotel, tiket, atau layanan perjalanan, pastikan selalu berkomunikasi melalui kontak resmi penyedia layanan tersebut. Hindari menggunakan nomor atau email yang tidak tercantum di situs resmi.Pelaku sering menyamar sebagai agen perjalanan populer untuk mengirimkan pesan yang berisi tautan phishing.
-
Hindari Login M-Banking di WiFi Publik
WiFi publik seperti di bandara, kafe, atau pusat perbelanjaan sering kali tidak memiliki sistem keamanan yang kuat. Jaringan ini dapat dimanfaatkan oleh peretas untuk memantau aktivitas pengguna.Sebisa mungkin gunakan jaringan internet pribadi atau paket data saat mengakses aplikasi mobile banking atau memasukkan informasi sensitif.
-
Periksa Alamat Email Pengirim
Email phishing biasanya memiliki alamat pengirim yang mirip dengan email resmi tetapi terdapat sedikit perbedaan, misalnya tambahan huruf atau angka.Perhatikan juga isi pesan. Jika email meminta Anda segera melakukan tindakan seperti mengklik tautan atau memasukkan data pribadi, sebaiknya waspada karena ini sering menjadi ciri penipuan.
-
Jangan Sembarangan Klik Tautan
Jika Anda menerima email atau pesan yang mencurigakan, jangan langsung mengklik tautan yang ada di dalamnya. Lebih baik buka situs resmi layanan tersebut secara manual melalui browser.Langkah sederhana ini dapat mencegah Anda masuk ke halaman login palsu yang dibuat oleh pelaku.
-
Aktifkan Fitur Keamanan Tambahan
Sebagian besar aplikasi mobile banking menyediakan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA), biometrik sidik jari, atau pengenalan wajah.Mengaktifkan fitur ini dapat memberikan lapisan perlindungan ekstra jika suatu saat data login Anda bocor.
-
Jangan Berikan Kode OTP kepada Siapa Pun
Kode OTP adalah kunci utama untuk mengakses akun perbankan Anda. Bank tidak pernah meminta kode OTP melalui telepon, email, atau pesan singkat.Jika ada pihak yang meminta kode tersebut dengan alasan apa pun, hampir pasti itu adalah penipuan.
-
Perbarui Sistem dan Aplikasi Secara Berkala
Pastikan sistem operasi ponsel dan aplikasi mobile banking selalu diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan biasanya membawa peningkatan keamanan yang dapat melindungi perangkat dari serangan malware terbaru.
Tetap Waspada di Tengah Kemudahan Transaksi Digital
Kemudahan transaksi digital memang memberikan banyak manfaat, terutama saat musim liburan. Namun, kemudahan tersebut juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk mencari korban baru.
Karena itu, kesadaran dan kewaspadaan pengguna menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data dan rekening pribadi. Dengan memahami modus penipuan yang sedang berkembang serta menerapkan langkah-langkah pencegahan, risiko menjadi korban pembobolan mobile banking dapat diminimalkan.
Libur Lebaran seharusnya menjadi momen yang menyenangkan bersama keluarga, bukan malah menjadi pengalaman pahit akibat kehilangan dana di rekening. Oleh karena itu, selalu berhati-hati dalam bertransaksi digital dan jangan mudah percaya pada pesan atau tautan yang mencurigakan.
