Baru Cari Produk, Iklan Langsung Muncul? Ini Penyebabnya
- Rita Puspita Sari
- •
- 5 menit yang lalu
Ilustrasi E-commerce
Pernah merasa “dibuntuti” iklan setelah mencari suatu produk di internet? Misalnya, baru beberapa menit mencari sepatu lari atau ponsel baru di mesin pencari, tiba-tiba iklan produk serupa langsung bermunculan di media sosial, aplikasi berita, video streaming, bahkan di situs yang sama sekali tidak berkaitan dengan belanja. Kondisi ini memang sering membuat pengguna merasa tidak nyaman, seolah aktivitas online mereka terus diawasi.
Fenomena tersebut sebenarnya merupakan bagian dari sistem periklanan digital modern yang bekerja berdasarkan jejak aktivitas pengguna di internet. Setiap kali seseorang membuka situs web, mengetik pencarian, atau melihat produk tertentu, ada data yang dikumpulkan oleh platform iklan. Data itu kemudian dipakai untuk menampilkan iklan yang dianggap paling relevan dengan minat pengguna.
Di balik sistem tersebut terdapat teknologi seperti cookies, pixel tracker, fingerprinting browser, hingga pengidentifikasi perangkat yang memungkinkan pengiklan mengenali kebiasaan pengguna. Tujuannya memang untuk membuat iklan lebih tepat sasaran. Namun bagi sebagian orang, praktik ini terasa mengganggu karena menyangkut privasi digital.
Kabar baiknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi “kejaran” iklan di internet, baik di laptop maupun smartphone. Berikut tips yang bisa diterapkan agar aktivitas online menjadi lebih nyaman dan privasi lebih terjaga.
-
Matikan Iklan yang Dipersonalisasi
Sebagian besar platform besar seperti Google, Meta, Microsoft, hingga TikTok secara default mengaktifkan sistem iklan personalisasi. Artinya, aktivitas pengguna akan dipakai untuk menentukan jenis iklan yang muncul.Untungnya, platform-platform tersebut kini menyediakan pengaturan untuk membatasi personalisasi iklan. Pengguna Google, misalnya, dapat membuka halaman My Ad Center dan menonaktifkan opsi “Personalized Ads”.Di perangkat Android, pengguna juga bisa masuk ke menu Settings, pilih Google, lalu Ads, kemudian aktifkan opsi “Opt out of Ads Personalization”. Dengan cara ini, Google tidak lagi menggunakan aktivitas pengguna secara agresif untuk menargetkan iklan.
Sementara itu di Facebook, pengguna bisa membuka Settings, masuk ke Accounts Center, lalu memilih Ad Preferences. Dari sana, pengguna dapat membatasi penggunaan data aktivitas untuk kebutuhan iklan.
Bagi pengguna Windows 11, aplikasi seperti O&O ShutUp10++ juga cukup populer digunakan untuk mematikan berbagai fitur pelacakan bawaan Windows hanya dalam beberapa klik.
-
Periksa Izin Aplikasi di Smartphone
Banyak orang tidak sadar bahwa smartphone menyimpan jauh lebih banyak data dibanding browser komputer. Aplikasi di ponsel dapat mengakses lokasi, kamera, mikrofon, kontak, hingga identitas perangkat yang semuanya bisa dimanfaatkan untuk membangun profil iklan pengguna.Beberapa aplikasi bahkan menyematkan SDK pihak ketiga yang diam-diam mengumpulkan data pengguna dan membagikannya ke jaringan periklanan digital.
Karena itu, penting untuk rutin memeriksa izin aplikasi yang terpasang di ponsel. Cabut akses yang dirasa tidak relevan. Misalnya, aplikasi edit foto tidak selalu membutuhkan akses lokasi atau mikrofon.
Izin lokasi menjadi salah satu yang paling sensitif karena dapat dipakai untuk mengetahui kebiasaan pengguna, termasuk tempat tinggal, lokasi kerja, hingga tempat yang sering dikunjungi.
Selain itu, hapus aplikasi yang sudah jarang dipakai. Semakin sedikit aplikasi yang terpasang, semakin kecil pula kemungkinan data pribadi tersebar ke banyak pihak.Jika memungkinkan, gunakan versi browser dari layanan seperti Instagram atau Facebook dibanding aplikasi resminya. Versi browser biasanya memiliki akses data yang lebih terbatas dibanding aplikasi mobile.
-
Gunakan Pemblokir Iklan dan Pelacak
Pengaturan bawaan browser umumnya hanya memblokir sebagian cookies pihak ketiga. Padahal, banyak pelacak modern menggunakan metode lain seperti fingerprinting dan pixel tracker yang lebih sulit dideteksi.Untuk perlindungan tambahan, pengguna bisa memasang ekstensi pemblokir pelacak seperti uBlock Origin di browser Firefox maupun browser berbasis Chromium.Ekstensi ini mampu memblokir iklan, domain pelacak, hingga situs berbahaya secara otomatis. Agar perlindungan lebih optimal, pengguna juga dapat mengaktifkan daftar “AdGuard Tracking Protection” di pengaturannya.
Tidak hanya di browser, pelacakan juga sering terjadi melalui email. Banyak email promosi menyisipkan pixel tracker kecil yang dapat mengetahui kapan email dibuka, perangkat apa yang digunakan, hingga lokasi pengguna.
Untuk mengurangi hal tersebut, pengguna Gmail dapat memakai ekstensi seperti Ugly Email atau Trocker guna memblokir pelacakan di email.
-
Beralih ke Mesin Pencari Privat
Riwayat pencarian merupakan salah satu sumber data paling berharga bagi perusahaan iklan digital. Mesin pencari bisa mengetahui apa yang dicari pengguna, minat mereka, bahkan kebutuhan tertentu yang sangat spesifik. Karena itu, beralih ke mesin pencari privat bisa menjadi langkah efektif untuk mengurangi pelacakan.DuckDuckGo menjadi salah satu alternatif populer karena tidak menyimpan riwayat pencarian pengguna. Selain itu, ada juga Startpage yang menampilkan hasil pencarian Google tanpa melacak aktivitas pengguna.
Sementara Mojeek menggunakan indeks pencarian mandiri sehingga tidak bergantung pada mesin pencari besar lain. Meski hasil pencarian terkadang berbeda dibanding Google, penggunaan mesin pencari privat dapat membantu memutus rantai pelacakan iklan berbasis riwayat pencarian.
-
Gunakan VPN untuk Menyamarkan Aktivitas Online
VPN atau Virtual Private Network bekerja dengan mengenkripsi koneksi internet dan mengalihkan lalu lintas data melalui server lain. Dengan begitu, situs web maupun penyedia layanan internet tidak dapat langsung melihat alamat IP asli pengguna.Walaupun VPN tidak sepenuhnya menghentikan pelacakan iklan, setidaknya teknologi ini membuat pengiklan lebih sulit menghubungkan aktivitas browsing dengan identitas pengguna. Beberapa layanan VPN modern juga sudah dilengkapi fitur pemblokiran iklan dan pelacak di level DNS.
Bagi pengguna yang tidak ingin membayar langganan mahal, Proton VPN menyediakan layanan gratis dengan data tanpa batas. Ada pula Windscribe yang menawarkan kuota gratis hingga 10 GB per bulan.Namun, pengguna tetap disarankan berhati-hati memilih VPN gratis karena tidak semua layanan memiliki kebijakan privasi yang baik.
-
Pilih Browser yang Lebih Peduli Privasi
Browser juga memiliki peran besar dalam menentukan seberapa banyak data yang dibagikan ke pengiklan. Mozilla Firefox dikenal sebagai salah satu browser independen yang memiliki perlindungan pelacakan cukup kuat. Browser ini mampu memblokir berbagai tracker secara otomatis. Selain itu, Brave juga populer karena secara default sudah memblokir iklan, pelacak, dan fingerprinting tanpa perlu memasang ekstensi tambahan.Bagi pengguna yang menyukai tampilan modern, Zen Browser menawarkan antarmuka tab vertikal berbasis Firefox dengan fokus pada privasi. Sedangkan Vivaldi memberikan kontrol yang lebih detail terhadap pengaturan privasi hingga tingkat per situs.
Menggabungkan Beberapa Cara Lebih Efektif
Mengurangi pelacakan iklan sebenarnya tidak bisa dilakukan hanya dengan satu langkah saja. Pengiklan modern menggunakan banyak metode berbeda untuk mengumpulkan data pengguna.
Karena itu, kombinasi beberapa cara seperti menggunakan browser privat, mematikan personalisasi iklan, memakai VPN, memasang pemblokir pelacak, dan beralih ke mesin pencari privat akan memberikan perlindungan yang jauh lebih efektif.
Di era digital saat ini, menjaga privasi online menjadi semakin penting. Meski iklan personalisasi kadang terasa membantu karena menampilkan produk yang relevan, pengguna tetap berhak menentukan seberapa banyak data yang ingin mereka bagikan di internet.
Dengan pengaturan yang tepat, pengalaman berselancar di internet bisa menjadi lebih nyaman tanpa harus terus-menerus “dikejar” iklan ke mana pun pergi.
