Cara Cek Tulisan AI, Ini 4 Tools yang Bisa Digunakan
- Rita Puspita Sari
- •
- 18 jam yang lalu
Ilustrasi ChatGPT
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat aktivitas menulis menjadi jauh lebih mudah. Dalam hitungan detik, AI generatif dapat menghasilkan artikel, esai, laporan, hingga berbagai jenis tulisan lainnya. Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan persoalan baru, terutama ketika tulisan AI digunakan untuk keperluan akademis atau pekerjaan yang menuntut orisinalitas.
Mengetahui apakah sebuah tulisan dibuat oleh manusia atau AI memang tidak selalu mudah. Struktur kalimat yang rapi, pilihan kata yang natural, dan kemampuan AI dalam meniru gaya bahasa manusia membuat teks hasil generasi AI semakin sulit dikenali hanya dengan membaca sekilas.
Karena itu, muncul berbagai AI detector yang dirancang untuk menganalisis teks dan memperkirakan apakah tulisan tersebut dibuat oleh manusia atau dihasilkan menggunakan AI.
Apa Itu AI Detector?
AI detector merupakan perangkat yang menggunakan model analisis tertentu untuk memperkirakan asal sebuah tulisan. Alat ini menganalisis karakteristik teks, seperti pola kalimat, pemilihan kata, struktur tulisan, serta pola lain yang dianggap memiliki kemiripan dengan teks yang dihasilkan model AI.
Menariknya, teknologi AI juga digunakan untuk mendeteksi tulisan yang dibuat oleh AI. Salah satu layanan yang dapat digunakan adalah Undetectable AI.
Undetectable AI menyediakan fitur pemeriksaan teks untuk memberikan perkiraan apakah suatu tulisan lebih menyerupai tulisan manusia atau hasil generasi AI. Pengguna cukup memasukkan teks yang ingin diperiksa, kemudian sistem akan melakukan analisis.
Namun, hasil dari AI detector sebaiknya tidak dianggap sebagai bukti mutlak. Teknologi pendeteksi AI masih dapat menghasilkan kesalahan, termasuk menandai tulisan manusia sebagai tulisan AI atau sebaliknya.
Cara Mendeteksi Tulisan AI
Bagi pengguna yang ingin mencoba memeriksa sebuah tulisan, prosesnya relatif sederhana. Tidak diperlukan kemampuan teknis khusus untuk menjalankan pemeriksaan.
-
Undetectable AI
Undetectable AI menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk memeriksa apakah sebuah tulisan memiliki karakteristik yang menyerupai teks hasil generasi AI. Proses pemeriksaannya cukup sederhana dan dapat dilakukan langsung melalui browser tanpa membutuhkan kemampuan teknis khusus.Cara menggunakan Undetectable AI:
- Buka situs Undetectable AI.
- Siapkan tulisan yang ingin diperiksa.
- Salin seluruh teks tersebut.
- Tempelkan teks ke kotak pemeriksaan yang tersedia.
- Centang kolom persetujuan apabila diminta.
- Klik tombol "Check For AI".
- Tunggu hingga proses analisis selesai.
Setelah pemeriksaan selesai, sistem akan menampilkan hasil analisis. Jika teks dinilai lebih menyerupai tulisan manusia, pengguna dapat memperoleh keterangan "Your content appears human".Sebaliknya, apabila sistem mendeteksi karakteristik yang dianggap menyerupai tulisan AI, akan muncul keterangan "Your content is detected as written by AI".
-
Copyleaks
Copyleaks menawarkan fitur AI Content Detector yang dapat digunakan untuk menganalisis teks maupun dokumen. Layanan ini cocok digunakan ketika pengguna ingin memeriksa tulisan sebelum dikumpulkan, diterbitkan, atau digunakan untuk keperluan tertentu.Cara menggunakan Copyleaks:
- Buka situs Copyleaks.
- Pilih fitur AI Content Detector.
- Masukkan teks yang ingin diperiksa dengan menyalin dan menempelkannya ke kolom yang tersedia.
- Jika tersedia, pengguna juga dapat mengunggah dokumen.
- Jalankan proses pemeriksaan.
- Tunggu hingga analisis selesai.
Perhatikan hasil yang ditampilkan untuk melihat perkiraan apakah teks memiliki karakteristik tulisan AI.
Copyleaks juga menyediakan fitur pemeriksaan plagiarisme. Namun, perlu diingat bahwa deteksi AI dan pemeriksaan plagiarisme merupakan dua fungsi yang berbeda. Hasil keduanya sebaiknya dibaca dan dipahami secara terpisah.
-
ZeroGPT
ZeroGPT dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin melakukan pemeriksaan secara cepat terhadap sebuah tulisan. Layanan ini dirancang untuk menganalisis teks dan memberikan perkiraan mengenai kemungkinan tulisan tersebut dibuat menggunakan AI.Cara menggunakan ZeroGPT:
- Kunjungi situs ZeroGPT.
- Cari dan pilih fitur AI Detector.
- Salin tulisan yang ingin diperiksa.
- Tempelkan teks ke kotak pemeriksaan.
- Jalankan proses deteksi dengan tombol yang tersedia.
- Tunggu hingga sistem selesai menganalisis tulisan.
Periksa hasil yang ditampilkan, termasuk persentase atau indikator kemungkinan teks dibuat oleh AI.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya karakteristik AI, pengguna tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa seluruh tulisan dibuat oleh chatbot. Hasil tersebut sebaiknya dipertimbangkan bersama proses penulisan, penyuntingan, dan sumber yang digunakan. -
AI Detector Writer
Writer juga menyediakan fitur yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap konten yang kemungkinan dibuat menggunakan AI. Pengguna dapat memasukkan teks secara langsung dan melihat hasil analisis yang diberikan sistem.Cara menggunakan Writer:
- Buka situs AI Detector Writer.
- Cari atau buka fitur AI Content Detector.
- Masukkan teks yang ingin diperiksa.
- Tempelkan tulisan ke kolom pemeriksaan.
- Jalankan proses deteksi.
- Tunggu hingga hasil analisis muncul.
Perhatikan indikator yang diberikan mengenai kemungkinan teks memiliki karakteristik tulisan AI.
Writer dapat digunakan untuk pemeriksaan cepat terhadap artikel, paragraf, maupun jenis konten lainnya sebelum dipublikasikan. - GPTZero
GPTZero merupakan layanan lain yang dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi tulisan yang kemungkinan dihasilkan oleh model AI. Pengguna dapat memeriksa teks secara langsung maupun menggunakan fitur pemeriksaan dokumen yang tersedia pada layanan tersebut.Cara menggunakan GPTZero:
- Kunjungi situs GPTZero.
- Masukkan atau tempelkan tulisan yang ingin diperiksa ke kolom yang tersedia.
- Jalankan proses Scan atau pemeriksaan.
- Tunggu hingga sistem menyelesaikan analisis.
- Baca hasil deteksi yang ditampilkan.
- Jika tersedia, perhatikan bagian teks yang ditandai karena dianggap memiliki karakteristik tertentu dari tulisan AI.
Dalam skenario tertentu, GPTZero juga memungkinkan pemeriksaan dokumen sehingga pengguna tidak harus selalu menyalin seluruh isi tulisan secara manual. Hasil yang diberikan tetap perlu dipahami sebagai indikasi, bukan kepastian bahwa sebuah tulisan dibuat menggunakan AI.
Apakah hasil keempat tools akan sama?
Belum tentu. Ini merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Copyleaks, ZeroGPT, Writer, dan GPTZero menggunakan metode serta model deteksi yang berbeda. Karena itu, satu tulisan bisa mendapatkan hasil berbeda ketika diperiksa menggunakan beberapa layanan.
Misalnya, sebuah teks mungkin dianggap memiliki kemungkinan dibuat AI oleh satu layanan, tetapi dinilai lebih menyerupai tulisan manusia oleh layanan lainnya.
Karena itu, jangan mengubah tulisan hanya karena satu alat memberikan hasil tertentu. Jika tulisan digunakan untuk tugas akademis atau pekerjaan profesional, lakukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh, termasuk memastikan sumber informasi benar, argumen dapat dipertanggungjawabkan, dan tulisan memang mencerminkan pemahaman penulis.
Jangan Samakan AI Detector dengan Plagiarism Checker
Hal lain yang perlu dipahami adalah AI detector berbeda dengan pemeriksa plagiarisme. Plagiarism checker umumnya digunakan untuk menemukan kemiripan antara sebuah tulisan dengan sumber yang sudah tersedia, misalnya artikel di internet, jurnal, buku, atau dokumen lain.
Sementara itu, AI detector mencoba memperkirakan apakah karakteristik sebuah teks menyerupai tulisan yang dihasilkan oleh model AI.
Artinya, sebuah tulisan bisa saja tidak memiliki kemiripan dengan sumber lain sehingga dianggap bebas plagiarisme, tetapi tetap mendapatkan indikasi sebagai tulisan AI. Sebaliknya, tulisan yang dibuat manusia juga bisa mendapatkan skor deteksi AI tertentu.
Kedua teknologi tersebut memiliki tujuan yang berbeda sehingga tidak seharusnya digunakan secara bergantian.
Bagaimana Jika Tulisan Terdeteksi AI?
Jika sebuah tulisan mendapatkan indikasi sebagai teks hasil AI, langkah yang tepat bukan sekadar mengganti beberapa kata agar lolos pemeriksaan. Untuk tulisan akademis atau profesional, yang lebih penting adalah memastikan isi tulisan benar-benar dipahami dan memiliki kontribusi dari penulis.
Tulisan dapat diperiksa kembali dari sisi fakta, struktur argumentasi, sumber referensi, gaya bahasa, dan kejelasan gagasan. Jika AI digunakan dalam proses penulisan, pengguna juga perlu mengikuti aturan institusi atau penerbit mengenai penggunaan AI.
Untuk tugas akademis, misalnya, beberapa institusi memiliki kebijakan khusus mengenai kapan AI boleh digunakan dan apakah penggunaannya harus diungkapkan. Karena aturan dapat berbeda, pengguna perlu memeriksa ketentuan yang berlaku sebelum menyerahkan karya.
Pada akhirnya, AI detector dapat menjadi alat bantu untuk mengevaluasi sebuah tulisan, tetapi bukan pengganti proses editorial dan penilaian manusia.
Perkembangan AI memang membuat batas antara tulisan manusia dan mesin semakin sulit dibedakan. Karena itu, pendekatan yang paling aman adalah menggunakan AI secara transparan, memahami aturan penggunaan yang berlaku, memeriksa kembali informasi yang dihasilkan, dan tetap memastikan bahwa tulisan memiliki nilai serta pemikiran dari penulisnya sendiri.
Dengan begitu, teknologi AI tidak hanya digunakan untuk mempercepat pekerjaan menulis, tetapi juga dimanfaatkan secara bertanggung jawab
