YouTube Hadirkan Fitur Blokir Shorts untuk Lindungi Anak
- Rita Puspita Sari
- •
- 17 jam yang lalu
Ilustrasi Youtube Shorts
YouTube kembali memperkuat komitmennya dalam melindungi anak-anak dan remaja dari konsumsi konten digital yang berlebihan. Platform berbagi video milik Google ini menghadirkan pembaruan penting yang memberi kendali lebih besar kepada orang tua, khususnya dalam mengatur akses anak terhadap video pendek YouTube Shorts yang dikenal adiktif.
Melalui pembaruan fitur Shorts Daily Time Limit, orang tua kini bisa membatasi waktu menonton YouTube Shorts hingga nol menit. Artinya, anak-anak tidak dapat mengakses konten Shorts sama sekali, tanpa perlu memblokir aplikasi YouTube secara keseluruhan. Fitur ini memungkinkan orang tua melakukan pembatasan secara “diam-diam”, langsung dari aplikasi YouTube yang terhubung dengan akun anak.
Pembaruan tersebut disampaikan oleh Vice President Product Management YouTube, Jennifer Flannery O’Connor, melalui blog resmi perusahaan. Menurut Jennifer, fitur ini menjadi langkah penting dalam memberikan kontrol nyata kepada orang tua atas kebiasaan konsumsi video pendek anak-anak mereka.
“Ini adalah fitur pertama di industri yang benar-benar memberi kendali kepada orang tua atas konsumsi konten video pendek anak mereka, sekaligus tetap memberikan fleksibilitas dalam penggunaan YouTube,” ujar Jennifer.
Dari 15 Menit hingga Nol Menit
Sebenarnya, fitur Shorts Daily Time Limit bukanlah hal baru. YouTube telah meluncurkannya sejak sekitar Oktober 2025. Namun, pada versi awal, batas waktu yang tersedia hanya berkisar antara 15 hingga 120 menit per hari. Opsi untuk mengatur waktu ke angka nol belum tersedia kala itu.
Melalui pembaruan terbaru ini, YouTube menambahkan opsi 0 menit, yang secara efektif “memblokir” Shorts sepenuhnya. Dengan pengaturan tersebut, anak tetap dapat mengakses video YouTube biasa atau konten edukatif lainnya, tetapi tidak bisa menggulir video pendek tanpa henti di fitur Shorts.
Pendekatan ini dinilai lebih halus dan fleksibel dibandingkan pemblokiran total aplikasi. Orang tua bisa menyesuaikan aturan sesuai kebutuhan dan situasi anak.
Berikut cara mengaktifkan fitur Shorts Daily Time Limit di aplikasi YouTube versi mobile (Android/iOS) supaya kamu bisa membatasi waktu menonton Shorts harian, termasuk opsi pengaturan untuk orang tua:
Langkah-langkah Mengaktifkan Shorts Daily Time Limit
- Buka aplikasi YouTube di ponselmu.
- Ketuk ikon profil di pojok kanan atas.
- Masuk ke menu Setelan / Settings.
- Pilih Umum / General.
- Temukan opsi “Batas feed Shorts” / Shorts Daily Time Limit.
- Geser atau pilih tombol untuk mengaktifkan fitur ini.
- Setelah itu, pilih durasi waktu harian yang diinginkan (misalnya 15 menit, 30 menit, 45 menit, 1 jam, atau 2 jam).
Setelah batas waktu tercapai, YouTube akan menghentikan akses ke Shorts untuk hari itu dan menampilkan pemberitahuan bahwa waktu sudah habis
Fleksibel Sesuai Kondisi Anak
YouTube menekankan bahwa fleksibilitas menjadi kunci utama dari fitur ini. Orang tua dapat mengubah batas waktu menonton Shorts kapan saja, menyesuaikan dengan kondisi harian anak.
Sebagai contoh, saat liburan atau perjalanan jauh, orang tua dapat mengizinkan anak menonton YouTube Shorts selama 30 atau 60 menit per hari. Namun, ketika memasuki hari sekolah atau jam tidur, batas waktu tersebut bisa langsung diatur menjadi 0 menit agar anak tidak tergoda menonton video pendek hingga larut malam.
Dengan demikian, fitur ini tidak bersifat kaku, melainkan adaptif terhadap pola hidup keluarga.
Meski telah diumumkan secara resmi, YouTube belum mengungkap jadwal pasti ketersediaan fitur ini untuk semua pengguna. Perusahaan hanya menyebutkan bahwa fitur tersebut akan bisa digunakan “dalam waktu dekat”.
Pada aplikasi YouTube versi 21.02.35, senin (19/1/2026) menunjukkan bahwa opsi pembatasan 0 menit di Shorts Daily Time Limit masih belum muncul di sejumlah perangkat. Hal ini mengindikasikan bahwa pembaruan dilakukan secara bertahap.
Pengingat Waktu Tidur dan Rehat
Selain membatasi durasi menonton, YouTube juga menyediakan fitur pendukung lain untuk membantu anak mengatur kebiasaan digitalnya. Orang tua dapat mengaktifkan pengingat waktu tidur (Bedtime) atau pengingat rehat sejenak (Take a Break).
Fitur ini akan menampilkan notifikasi yang mengingatkan anak bahwa sudah waktunya berhenti menonton atau beristirahat dari layar. Tujuannya adalah mencegah kebiasaan scrolling berkepanjangan yang kerap terjadi pada konten video pendek.
YouTube menyadari bahwa video singkat dengan algoritma yang agresif dapat membuat anak sulit berhenti menonton. Oleh karena itu, pengingat ini diharapkan menjadi jeda alami agar anak bisa beralih ke aktivitas lain yang lebih sehat.
Sistem Rekomendasi Remaja Ikut Diperbarui
Tidak hanya soal pembatasan waktu, YouTube juga memperbarui sistem rekomendasi konten khusus untuk akun remaja, yaitu pengguna di bawah usia 18 tahun. Pembaruan ini dijelaskan YouTube melalui laman bantuan (Support) resmi mereka.
Dalam sistem terbaru ini, algoritma YouTube akan lebih menonjolkan konten yang dinilai berkualitas tinggi, menyenangkan, edukatif, serta sesuai dengan tahap perkembangan usia remaja. Konten yang bersifat sensasional atau berpotensi memicu konsumsi berlebihan akan lebih dibatasi kemunculannya.
YouTube menyebut sistem rekomendasi ini dikembangkan bersama berbagai lembaga edukasi dan organisasi kredibel di Amerika Serikat. Di antaranya adalah Youth Advisory Committee, Center for Scholars & Storytellers (UCLA), serta American Psychological Association (APA).
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa konten yang direkomendasikan tidak hanya aman, tetapi juga mendukung kesehatan mental dan perkembangan emosional remaja.
Respons atas Kekhawatiran Orang Tua
Langkah YouTube ini dinilai sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap dampak video pendek terhadap anak-anak. Format Shorts yang cepat, repetitif, dan terus bergulir memang kerap dianggap memicu kecanduan layar serta menurunkan fokus belajar.
Dengan menghadirkan opsi pembatasan hingga nol menit dan sistem rekomendasi yang lebih selektif, YouTube berupaya menyeimbangkan antara hiburan, edukasi, dan kesehatan digital.
Ke depan, efektivitas fitur ini tentu bergantung pada peran aktif orang tua dalam mengatur dan mengawasi penggunaan YouTube oleh anak-anak. Namun setidaknya, YouTube kini menyediakan alat yang lebih kuat untuk membantu orang tua menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan terkendali bagi generasi muda.
