Waspada! Jawab “Halo” ke Nomor Asing Bisa Picu Penipuan AI
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Ilustrasi Penipuan Telepon
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pula modus kejahatan baru yang semakin canggih dan sulit dikenali. Salah satunya adalah penipuan dengan kloning suara berbasis AI, yang belakangan ini mendapat perhatian serius dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
BSSN mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menerima panggilan dari nomor telepon asing atau tidak dikenal. Hal yang tampak sepele, seperti menjawab panggilan dengan kata “halo”, ternyata bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku kejahatan untuk merekam dan meniru suara korban.
Mengapa Kata “Halo” Bisa Berbahaya?
Menurut penjelasan BSSN, teknologi AI saat ini mampu meniru suara manusia dengan sangat realistis hanya dari rekaman singkat berdurasi beberapa detik. Artinya, satu kata seperti “halo” sudah cukup untuk dijadikan bahan kloning suara digital.
Rekaman tersebut dapat diproses oleh AI untuk menghasilkan suara palsu yang terdengar persis seperti korban. Selanjutnya, suara tiruan itu bisa digunakan untuk menipu orang-orang terdekat, seperti keluarga, rekan kerja, atau atasan, dengan berbagai skenario darurat yang meyakinkan.
Bayangkan jika suatu hari orang tua, pasangan, atau rekan kerja Anda menerima telepon dengan suara yang terdengar persis seperti Anda, meminta transfer uang karena alasan mendesak. Tanpa verifikasi yang tepat, korban bisa dengan mudah tertipu.
Modus Kejahatan yang Mengintai
Kloning suara AI tidak hanya digunakan untuk penipuan finansial. BSSN mengungkapkan bahwa teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk:
- Pemerasan, dengan ancaman menyebarkan rekaman palsu.
- Fitnah, melalui suara tiruan yang seolah-olah mengucapkan pernyataan jahat.
- Penyebaran hoaks, yang merusak reputasi individu atau organisasi.
Karena tingkat kemiripannya tinggi, banyak orang sulit membedakan mana suara asli dan mana yang palsu.
Tips & Trik Aman Terhindar dari Modus Kloning Suara
Agar tidak menjadi korban, ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
-
Jangan Langsung Menjawab Nomor Asing
Jika menerima panggilan dari nomor tak dikenal, biarkan saja hingga berhenti. Bila memang penting, penelepon biasanya akan mengirim pesan atau menelepon kembali. -
Hindari Mengucapkan Kata Umum di Awal Panggilan
Jika terpaksa mengangkat telepon dari nomor asing, hindari langsung menjawab dengan “halo”. Anda bisa diam sejenak atau menutup panggilan jika terasa mencurigakan. -
Gunakan Kode Verifikasi Rahasia
BSSN menyarankan penggunaan kata sandi keluarga atau internal. Jika ada panggilan mencurigakan yang mengaku sebagai orang terdekat, mintalah kode verifikasi ini sebelum mempercayainya. -
Batasi Unggahan Rekaman Suara di Media Sosial
Semakin banyak rekaman suara Anda yang tersebar di ruang publik, semakin mudah bagi pelaku untuk mengumpulkan bahan kloning. Pertimbangkan kembali sebelum mengunggah voice note, podcast pribadi, atau video dengan suara jelas. -
Tingkatkan Literasi Digital
Kenali cara kerja penipuan berbasis AI dan ciri-ciri umumnya, seperti nada suara yang terasa kaku, permintaan mendesak, atau larangan untuk melakukan verifikasi ulang. -
Konfirmasi Lewat Jalur Lain
Jika menerima permintaan mencurigakan lewat telepon, segera konfirmasi melalui pesan teks, panggilan video, atau hubungi langsung nomor resmi orang yang bersangkutan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Terjadi?
Jika Anda atau orang terdekat menjadi korban, segera laporkan ke pihak kepolisian. Jangan lupa untuk mendokumentasikan bukti-bukti, seperti nomor telepon, rekaman panggilan, pesan, atau kronologi kejadian. Bukti ini sangat penting untuk proses penanganan lebih lanjut.
Di era digital, kewaspadaan menjadi kunci utama. Modus kejahatan terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi, termasuk AI yang mampu meniru suara manusia dengan akurasi tinggi. Dengan memahami risikonya dan menerapkan tips sederhana di atas, kita bisa melindungi diri dan orang-orang terdekat dari ancaman kloning suara.
Ingat, satu kata sederhana bisa berdampak besar. Lebih baik waspada sekarang daripada menyesal kemudian.
