Hati-hati! Penipuan AI Tirukan Suara CS, Begini Cara Ceknya
- Rita Puspita Sari
- •
- 21 jam yang lalu
Ilustrasi Customer Service
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, kemajuan ini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan dengan cara yang semakin canggih. Salah satu modus terbaru yang kini marak terjadi adalah penipuan menggunakan voice cloning, yakni teknologi AI yang mampu meniru suara manusia dengan tingkat kemiripan sangat tinggi.
Kejadian ini dialami oleh Budi (32). Suatu malam, sekitar pukul 21.00 WIB, ponselnya berdering. Penelepon mengaku sebagai customer service (CS) dari DANA. Suaranya terdengar profesional, ramah, dan meyakinkan—persis seperti CS resmi yang biasa ia hubungi. Pelaku mengklaim ada transaksi mencurigakan senilai Rp5 juta di akun Budi dan meminta verifikasi dengan kode OTP yang dikirim lewat SMS.
Untungnya, Budi tidak langsung menuruti permintaan tersebut. Ia merasa ada kejanggalan karena DANA biasanya tidak menghubungi pengguna lewat nomor pribadi. Setelah mengecek nomor tersebut melalui fitur verifikasi, ternyata nomor itu telah dilaporkan berkali-kali sebagai penipu. Suara yang terdengar meyakinkan itu ternyata bukan manusia sungguhan, melainkan hasil rekayasa AI.
Ancaman Nyata Penipuan Berbasis AI
Kasus seperti yang dialami Budi bukanlah hal langka. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengingatkan bahwa penipuan berbasis AI terus meningkat. Tidak hanya melalui pesan teks atau tautan palsu, kini pelaku menggunakan teknologi voice cloning dan deepfake untuk menipu korban.
Dengan teknologi ini, suara seseorang bisa direkam, dipelajari, lalu ditiru hampir sempurna. Pelaku kemudian menghubungi korban dan berpura-pura sebagai CS resmi, rekan kerja, bahkan anggota keluarga. Mereka biasanya menciptakan situasi mendesak seperti akun diblokir, transaksi ilegal, atau ancaman keamanan agar korban panik dan memberikan data sensitif.
Begitu data seperti OTP, PIN, atau nomor kartu diberikan, pelaku langsung mengambil alih akun dan menguras saldo korban dalam hitungan menit.
Tips & Trik Agar Tidak Jadi Korban Penipuan Suara AI
Agar terhindar dari modus penipuan yang semakin canggih ini, berikut langkah-langkah penting yang wajib diterapkan:
-
Jangan Percaya Telepon Mendadak
CS resmi tidak akan menghubungi pengguna secara tiba-tiba, apalagi meminta data pribadi. Jika menerima telepon mencurigakan, sebaiknya langsung tutup tanpa perlu berdebat. -
Selalu Verifikasi Lewat Kanal Resmi
Jika mengaku dari DANA atau layanan keuangan lain, hubungi kembali melalui aplikasi resmi atau situs web mereka. Jangan pernah menggunakan nomor yang diberikan oleh penelepon. -
Jangan Pernah Memberikan OTP, PIN, atau CVV
OTP bersifat sangat rahasia dan hanya boleh digunakan oleh pemilik akun. CS resmi tidak akan pernah meminta kode ini dalam kondisi apa pun. Jika ada yang meminta, itu sudah pasti penipuan. -
Manfaatkan Fitur Scam Checker
Pengguna DANA dapat memanfaatkan fitur Scam Checker di menu DANA Protection. Fitur ini memungkinkan pengguna memeriksa nomor telepon, tautan, atau akun mencurigakan dengan cepat. Data yang digunakan terintegrasi langsung dengan Komdigi, sehingga lebih akurat dan tepercaya. -
Waspadai Tanda-Tanda Mencurigakan
Beberapa ciri umum penipuan berbasis AI antara lain:- Nada bicara mendesak atau mengancam
- Meminta data pribadi secara tiba-tiba
- Mengaku ada masalah besar jika tidak segera bertindak
- Suara terdengar terlalu “sempurna” atau kaku
- Ada tekanan waktu agar korban panik
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera hentikan percakapan.
-
Jangan Panik, Tetap Tenang
Penipu mengandalkan kepanikan korban. Semakin panik, semakin besar kemungkinan korban melakukan kesalahan. Ambil waktu sejenak, tarik napas, lalu lakukan pengecekan secara mandiri. -
Hubungi Kanal Resmi Jika Ragu
Jika merasa ragu, segera hubungi layanan resmi seperti:- Aplikasi DANA (chatbot DIANA)
- Email: [email protected]
- Call center: 1500 445
Langkah ini jauh lebih aman daripada mengikuti instruksi penelepon yang tidak jelas identitasnya.
Teknologi AI memang membawa banyak kemudahan, tetapi juga membuka celah baru bagi kejahatan digital. Voice cloning membuat penipuan semakin sulit dikenali karena suara terdengar sangat meyakinkan. Oleh karena itu, kewaspadaan pengguna menjadi kunci utama.
Ingat, CS resmi tidak pernah meminta OTP, PIN, atau data sensitif lewat telepon. Selalu verifikasi, jangan panik, dan manfaatkan fitur keamanan yang tersedia. Dengan sikap waspada dan pengetahuan yang cukup, kita bisa terhindar dari jebakan penipuan digital yang semakin canggih.
Lebih baik berhenti sejenak untuk memastikan, daripada menyesal setelah saldo lenyap dalam hitungan detik.
